Page-level Ads

Thursday, August 24, 2017

Cara Download Video Di Youtube dan Smule


Cara download video di youtube:
# salin URL nya (salin tautan) di bawah video yg ingin di download. Tombol share/bagikan (panah melengkung). Lalu pilih SALIN TAUTAN/Copy Link.
# Lalu bawa ke situs online yg bisa mengubah URL itu/mendownload nya menjadi mp3 (diambil musiknya), atau mp4 (video beserta musik).

Paste/tempel tautan tadi di kolom yg ada. Pilih type nya. Mp3/Mp4. Lalu klik download.
Gak pakek aplikasi. Langsung ke web browser seperti UC, chrome, opera atau web bawaan HP.
Situs online yg bisa download video dari youtube, ada banyak...
Ketik aja di Google: "Youtube to Mp3".
Salah satunya:
https://www.onlinevideoconverter.com/mp3-converter

Kenapa aq menyarankan youtube dan cara tadi?
Karena database lagu dan video, jelas youtube paling komplit ada semua lagu. πŸ™‚
Kalo langsung nyari di google, kadang nyasar kemana-mana. Nggak nemu2, kebanyakan iklan salah klik πŸ™‚

Kalo udah ter-download video-nya, ya tinggal diunggahkan ke sosmed, misal FB seperti mengunggah foto biasa. Disarankan menggunakan FB yg aplikasi agar lebih lancar.


(*) Cara di atas, juga bisa dipraktekkan utk download video atau rekaman smule. Salin tautan/Copy link juga pada rekaman smule yg ingin di-download (di dalam aplikasi smule), lalu dibawa ke situs https://smuledownloader.download (tinggal pilih type MP3 atau MP4, sama dgn dari youtube tadi).

Pacarku Direbut Sahabatku Sendiri


Kau Menyebut Dirimu Teman. Tapi Apakah Merebut Pacarku Adalah Perbuatan Seorang Kawan?

“Asal kamu tahu. Tidak mudah menulis ini, kemudian memaafkanmu.”

Aku rasa aku tidak berbeda dengan orang lainnya yang senantiasa mempertanyakan tentang siapakah dia yang kelak akan mendampingiku.
Begitu banyak kisah tentang cinta yang semakin membuatku bertanya, sungguhkah ia benar ada? Ataukah sebenarnya hal tersebut hanya bualan dari pujangga yang menjual cinta sebagai bahan dari tulisan sastra?

Kamu pernah jadi sosok yang sangat ku percaya. Semua rahasia dan ceritaku tentang dia, terumbar dalam berbagai cerita.

Kita pernah berbagi cerita.

Hingga sampai saat ini aku selalu memahami bahwa hidup adalah misteri. Kita tidak dapat menembus dimensi waktu untuk melihat kehidupan yang akan datang. Berbagai kejutan di masa depan mengajarkan kita untuk selalu percaya bahwa ada ketetapan-ketetapan Tuhan yang tidak pernah bisa kita tentang.

Termasuk cerita kita yang dulunya sama-sama pernah menyematkan gelar sahabat, meski kini cerita itu seolah telah lenyap.

Kamu pernah menjadi sosok yang paling ku percaya. Ku ingat saat semua masih baik-baik saja dan kamu adalah pendengar setia yang selalu dengan baik mendengar cerita. Tidak ada yang aku sembunyikan darimu, sahabatku. Setiap cerita tentang kami selalu ku bagi.

Bukan untuk memamerkan kebahagian tapi kamu tahu benar bahwa kami sedang kasmaran. Bahkan pernah ku pikir kamu adalah saudara perempuan yang Tuhan lupa titipkan pada perempuan yang ku sebut Mama. Ya, kau pernah menempati ruang spesial itu di hatiku.

Dulu.
Hidup sempat terasa sempurna karena kehadiranmu dan pria yang ku cinta. Hingga kini aku masih tak habis pikir, “Kapan tepatnya kalian mulai menjalin cerita?”

Hubungan yang ku kira akan kekal.
Sungguh terasa sangat membahagiakan saat aku merasa memiliki sahabat yang selalu ada dan lelaki yang kini tengah menghuni seluruh ruang jiwa.

Kehadiran kalian berdua sempat membuatku merasa jadi gadis paling berbahagia. Siapa yang tidak suka saat pria dan sahabat terbaiknya bisa berjalan bersisian tanpa sedikit pun friksi menyapa?

Tapi biar ku putar lagi ingatanku. Dua tahun lalu aku yang memperkenalkan kalian di lantai satu, pusat perbelanjaan jam 7 malam. Saat kalian berjabat tangan dan saling menyebutkan nama, mungkin di situlah kisah kalian mulai terukir.
Aku yang tidak bisa menebak isi hati setiap insan terbuai oleh manisnya sandiwara yang telah dimainkan. Rasa tertarik yang ku baca, ku usir dalam hati begitu saja dengan anggapan bahwa aku tidak boleh mencurigai kalian. Sungguh hingga kini rasa bingung masih menggantung di dadaku. Mungkinkah pengkhianatan ini skenario dari Tuhan, atau aku yang memang bodoh hingga tak bisa mencium keadaan?

Sekilas mata, perubahan itu jelas ada. Entah kalian terlalu pintar bermain drama, atau aku yang memang kurang peka?

Dia dan kamu semakin suka menghilang.
Selalu ku yakinkan diri kalau semuanya berjalan baik-baik saja. Walau ku tahu ada yang sedikit berbeda, aku tak ingin terburu-buru bertanya. Sekarang keengganan mengorek cerita itu terasa jadi kebodohanku yang tak boleh terulang kedua kalinya.

Kamu, sahabat yang dulu rasanya selalu ada, pelan-pelan menarik diri. Katamu kamu sibuk mengerjakan tugas rumah yang setumpuk jumlahnya. Tidak hanya padamu saja perubahan terjadi. Kisah cintaku dengan priaku pun mulai merenggang. Dia yang dulu selalu ku banggakan, kini terlihat mulai enggan untuk mempertahankan. Aku pun mulai merasa lelah dengan segala tingkahnya yang mulai jarang memberi kabar.

Di titik aku sangat membutuhkanmu, kau justru menyelinap untuk mencuri priaku. Hebatnya lagi, semua itu kau lakukan tanpa dosa — di balik punggungku.

Kau pun tak ada, saat hubunganku dan pria yang ku cinta di ambang mati rasa. Ketika dia mengucap kata pisah ke udara, apakah di sisi lain kau sedang melonjak bahagia?

Perpisahan pun terjadi.

Akhirnya setelah sama-sama diam cukup lama, aku dan dia merencanakan untuk secara dewasa membicarakan semua. Tentang apa yang yang seharusnya diputuskan, mencoba bertahan atau merelakan kisah ini berakhir. Keputusan telah diambil, secara jujur ia mengatakan bahwa rasanya telah lama padam. Aku menghormati keputusannya meskipun di saat yang sama hatiku mati rasa.

Air mataku jatuh dengan deras di hadapannya, ia terlihat iba dan mulai menghibur jika suatu saat mungkin kisah kami bisa dirajut kembali. Tapi, seperti biasa aku berusaha mengangkat muka mengatakan padanya bahwa aku baik-baik saja. Kami pun sepakat mengubah status kekasih hati menjadi ‘teman’ kembali. Kami saling berjabat tangan, mengakhiri kisah dengan kedewasaan.

Apakah kamu bahagia, Sahabatku, saat kau dengar aku ditinggalkan? Adakah rasa berdosa dalam dirimu, sebab mulai detik itu sepenuhnya bisa kau miliki priaku?

Hari saat aku membongkar permainan "petak-umpet" kalian, bisa masuk kategori momen paling menyakitkan. Tak hanya merasa bodoh, sesungguhnya aku pun merasa dipermainkan.

Terimakasih atas kejutannnya…

Terus terang aku merasa bahwa di hari itu mungkin aku adalah manusia paling menyedihkan di dunia. Bagaimana tidak, setelah harus ku relakan melepas kekasih yang ku sayang, kini aku harus menelan pahitnya pengkhianatan. Kecurangan yang datangnya dari dua orang yang sempat paling ku banggakan. Masih bisa ku dengar dengan jelas rayuannya padamu, di balik pintu kamar. Meyakinkanmu bahwa ia juga sudah melepaskan segala ikatan yang ia buat denganku.

Ku coba beranikan diri mengetuk pintu kamar meyakinkan bahwa di dalamnya adalah kalian. Masih terpahat dengan jelas di ingatan betapa pucatnya wajah kalian saat melihat aku berdiri dengan tubuh gemetar. Entah kekuatan dari mana yang datang sampai aku masih kuat mengatakan:
“Terima kasih atas permainan ini. Tuhan telah baik menunjukkan siapa kalian”.

Hebatnya, kau masih bisa memainkan peranmu. Setelah hari yang laknat itu, pesan maaf masih saja bertubi datang darimu. Oh, jadi beginikah permainanmu?

Menyembuhkan hati.

“Dear, Im soooo sorry. Aku juga gak tahu kenapa bisa suka sama Mukidi. Please, bisakah kita bicara seperti sahabat?”

Sesungguhnya di mana kamu belajar bermain drama? Bagaimana bisa kau masih punya muka untuk menghubungiku setelah semua yang terjadi di antara kita? Untuk beberapa waktu aku memilih jadi seonggok kentang yang teronggok di kasur. Tak pergi ke mana-mana, seakan ingin tenggelam dan menghilang dari dunia.

Pengkhianatan yang terjadi membuatku merasa tak ingin mengenal kalian lagi. Sekali pun logika mencoba menyadarkanku bahwa memusuhi kalian tidak akan mengurangi rasa sakit, tapi nurani tidak bisa begitu saja mengalah. Mungkin kali ini ia sedang membela pemiliknya karena harus menahan rasa kecewa.

Butuh waktu lama sebelum bisa ku panggil keikhlasan demi menghadapi wajah pengkhianatan. Tapi, kini semua sudah ku lepaskan — aku tak mau lama-lama memandangi masa lalu yang penuh kebodohan.

Membungkus segalanya dengan keikhlasan.

Fase terberat telah ku lewati. Tuhan juga telah mengajarkanku banyak hal tentang cobaan ini. Sebuah pelajaran bahwa pada akhirnya aku juga harus merelakan sebuah kisah yang ku kira kekal dan sahabat yang ku pikir sejati. Kini aku berada di "peron" keberangkatan menuju sebuah tempat yang ku kenal dengan nama "keikhlasan". Dari cerita beberapa teman, ku dengar kalian sedang merencanakan pernikahan. Aku selalu berdoa untuk segala kebaikan untuk kalian.

Pada do'a malam, aku selalu meminta kekuatan dari Dia sang sutradara kehidupan, untuk memberikan hati yang lebih besar. Suatu saat nanti, aku juga ingin menemukan seseorang yang bisa ku jadikan tempat bersandar. Seorang yang akan mampu menjadi pandamping hidup yang sepadan. Aku yakin waktunya akan datang, entah kapan biar saja semuanya berjalan sesuai rencana-Nya.

Arah jalan kita kini sudah terpencar. Pada Tuhan, ku panjatkan doa agar Ia memberiku hati yang besar. Semoga pula, kisah cintamu dan mantan priaku kian berkobar.

Jaga ia, teman.
Kini, hari bahagia itu sudah semakin dekat. Altar pernikahan tempat mengikat janji suci juga sudah tersedia. Pria yang dulu ku ingini, kini sudah resmi memintamu menjadi pendamping hidupnya. Sekali pun harus ku rasa perih, tapi ini adalah realita yang tak dapat ku bantah. Kamu telah memenangkan hatinya, dan ia juga terlihat sekuat tenaga memperjuangkanmu.

Hai teman, aku titipkan ia padamu. Pelihara semua yang ada padanya sekuat jiwa, tenaga, dan pikiran terbaik yang bisa kamu berikan. Selamat menempuh hidup baru yang pasti telah kalian rancang dengan indah.



Dariku,
*nino*
yang dulu pernah kau sebut 'Sahabat' sebelum momen pengkhianatan itu

Kisahku Dengan Mas Jaelani


Namaku Reza, umur 19 tahun, bulan lalu aku pindah ke rumah tanteku di Jakarta......

**************

Aku Reza, cewek lugu dan polos. Aku berasal dari sebuah desa yg lumayan besar di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tepatnya, desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo (Baca lidah jawa: "Nge-Lengkong").πŸ˜‚

Sebenarnya desaku terkenal dgn nuansa "religi"-nya. Tapi nggak tau kenapa begitu aku beranjak dewasa, aku jadi ikut terkena pengaruh pergaulan bebas pacaran. Terlebih lagi semenjak kenal dengan pemuda desaku yg bernama Mas Jaelani. Nama lengkapnya Mas "M*h*mm*d Jaelani Anwar". Dari namanya memang terkesan alim banget, seperti nama sebuah tokoh ul*ma besar yg ternama. Sy**h Abd*l Q*dir Al-Jaelani. Gak ada Anwar-nya sih seharusnya. πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜„

Akhirnya aku menjalin hubungan terlarang dengan Mas Jaelani. Kami berpacaran. Hari demi hari kami lalui. Dan kami telah melakukan segalanya. Melebihi selayaknya orang pacaran.
Aku cinta banget ama Mas Jaelani. Semuanya telah ku berikan padanya. Termasuk kesucianku.

Sampai suatu hari Mas Jaelani memutuskan untuk merantau ke luar negeri. Katanya sih ingin merubah nasib. Dia bercerita padaku ingin pergi merantau ke sebuah negara yg orang menyebutnya NEGERI FORMOSA. Aku gak tau kenapa orang menyebutnya seperti itu.

Setauku itu negara persemakmuran dari China kalo nggak salah. Meskipun berada di pulau sendiri dan terpisah oleh laut, tapi secara "commonwealth" dan "de facto", negeri formosa memang masih di bawah kekuasaan dan teritori China. Meskipun si negeri formosa ini udah berhak mengatur pemerintahan serta perdagangan dan perindustriannya sendiri sih.

Bahkan si negeri formosa ini juga sudah punya mata uang dan bendera sendiri, mirip seperti negerinya Andi Law dan Jackie Chan yg juga merupakan negara persemakmuran China. Tapi ya itu tadi, secara yuridis di mata PBB belum berdiri sebagai negara sendiri, sehingga tidak bisa memiliki embassy/kedutaan besar di negara lain. Kalaupun ada, palingan cuma simbolis dan perwakilan. Seperti TETO yg ada di Indonesia. Taipei Economic and Trade Office.
(Loh, kok jadi mbahas formosa? Ya udah, kembali ke laptop!!!πŸ˜…).

Akhirnya pun Mas Jaelani pergi berangkat ke negeri formosa dan meninggalkan sejuta kenangan kami bersama. Beberapa waktu kami berpisah, kami tetap menjalin komunikasi. Dan mempertahankan hubungan kami. Meskipun dalam nuansa hubungan jarak jauh/LDR (Loro Dodo Rasane😁), aku tetap berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan hubungan cinta kami.
Menurut cerita nya, Mas Jaelani bekerja sebagai "Foreign Labourer, nec". di sebuah pabrik yg bergerak di bidang manufaktur di sekitar wilayah Wenshan, yg masuk ke dalam Distrik Chia-Yi. Kalau nggak salah sih itu.

**************

Sampai suatu ketika, saat kami sudah lama tidak berkomunikasi, aku memutuskan untuk pindah ke rumah tanteku di Jakarta. Ingin merubah nasib juga sih niatku. Karena di kampung halaman, aku juga hanyalah seorang cewek pengangguran yg putus sekolah dan selalu digoda oleh pemuda-pemuda kampung.

Di saat aku pindah ke rumah tanteku itu, ternyata sedang ada renovasi atap depan rumah. Kalo orang jawa menyebutnya "resplang" (maklum aku asli keturunan jawa timur). Banyak sekali para pekerja nya. Dan aku lihat mereka masih muda dan tampan-tampan. Aku pun sering membantu tanteku mempersiapkan makanan untuk para pekerja itu.

Sampai suatu hari, saat tanteku sedang keluar rumah, di rumah hanya ada aku dan para pekerja itu. Gak tau kenapa, aku seperti terkena virus kegantengan mereka ("handsome ware"). Mereka hanya menggoda aku sedikit aja, aku langsung klepek-klepek dan siap diapain aja. Gak ada tuh istilah "wannacry" atau "wanna mbengok" dan lain2πŸ˜‚. Aku sungguh menikmati semua momen di siang itu. Aku digilir ber-ramai-ramai oleh para pekerja itu di kamarnya tanteku (maafin aku ya tante!!πŸ˜„πŸ˜). Orang menyebutnya "threesome" atau lebih tepatnya "gangbang" sih. Karena waktu itu ada sekitar 5 orang pekerja yg "menggilir"-ku. Jadi total bukan hanya "bertiga" termasuk aku. Sehingga tidak pas kalo nyebutnya "threesome". Sungguh mirip adegan di film-film karya produksi B*ngbros.com πŸ˜ŽπŸ˜€ (waduh, muncul caption preview situs'e iki engko, songko Google. Mesthi dicekal/diblokir iki engko) πŸ˜…πŸ˜✌

Sungguh itu merupakan siang yg indah dan luar biasa. Dan tak akan pernah terlupakan.
Maafkan aku ya, tante!!!
Maafkan aku ya, Mas Jaelani!!!
Cinta kita akan tetap selalu ku jaga. Maafkan adhek ya karena udah khilaf dan nakal sedikit...πŸ˜‚πŸ˜✌

I LOVE YOU, MAS JAELANI...
Forever and always...❤πŸ’–πŸ’‹

Buatmu yg tersayang...
Salam cinta dariku,
❤***REZA***❤


**************

(*) Cerita ini hanyalah sebuah karangan fiktif belaka dan tidak ada unsur niat untuk melecehkan atau merendahkan pihak atau golongan dan agama manapun. Jika ada kesamaan nama orang, waktu dan atau tempat kejadian, hanyalah merupakan sebuah ketidaksengajaan dan kebetulan belaka. ✌πŸ™‚

Thursday, January 15, 2009

MENULIS DI BLOG

Bahan Nulis Blog

6 September 2007 in Panduan Membuat Blog

Kesulitan bahan untuk menulis di blog Anda? Buntu ‘ilham’ alias kosong inspirasi untuk update blog Anda? Tidak usah kuatir. Anda bisa nulis dalam waktu 10 menit setiap hari sambil makan siang di warteg (asal warteg-nya pake internet). Tidak usah pake ilham atau mood-mood-an segala. Tulis dg mudah dg cara praktis berikut ini:

1. Kunjungi salah satu blog yg Anda tahu.
2. Baca posting terbaru atau artikel yg Anda anggap menarik.
3. Login ke blog Anda, dan tanggapi tulisan di blog sebelah tsb. Panjang respons terserah Anda, satu atau dua paragraf, atau 10 paragraf tidak masalah. Blog kan milik sendiri.
4. Selesai. Lakukan hal yg sama setiap hari, setiap Anda online.

Oh ya, jangan lupa memuat live-link artikel yg Anda respons untuk menarik perhatian blogger yg ditanggapi. Bagi jamaah blogger wordpress, Anda bisa memanfaatkan fasilitas trackback atau lacak balik waktu memposting. Trackback adalah fasilitas khusus wordpress yang berguna untuk memberi ping atau, istilah saya, “komentar jarak jauh”.

Formula trackback adalah

1. link posting + trackback. Contoh, saya akan mentrackback link http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/ maka tinggal nambah kata ‘trackback’ di akhir link menjadi –> http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/trackback/

2. Taruh link trackback di atas di kotak trackback/ lacakbalik yg letaknya di bawah kotak posting.

3. Pasang link artikel yang Anda trackback di posting Anda. Contoh, http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/

4. Selesai nulis posting, klik ‘tampilkan’ atau ‘publish’. Dalam waktu singkat, link blog Anda akan nongol di halaman komentar blog yang Anda trackback. Tak percaya? Coba saja.

BLOG TETES DARAH


Perlukah Tetes Darah Keperawanan di Malam Pertama Pernikahan?

21 Desember 2008 in Artikel Opini
Tags: hubungan pranikah remaja, survei bkkbn

“Tidak perlu!” jawaban tegas seakan terlontar dari mulut mayoritas remaja (63 persen) yang disurvei Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tetes darah keperawanan kebanyakan remaja saat ini pertama mengalir bukan di malam pertama pernikahan, tapi di malam pertama pacaran. Tak peduli apakah saat mereka pacaran itu masih sekolah SMA atau malah SMP. Bukan itu saja, tetesan darah lain juga mengalir saat pacaran: tetesan darah bayi yang digugurkan.

Jawa Pos edisi Minggu 21 Desember 2008 melaporkan hasil survei BKKBN terbaru (200 sebagai berikut:

Remaja Cicipi Seks Capai 63 Persen
Data Terbaru dari BKKBN

SERANG - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengaku prihatin dengan kondisi moral remaja Indonesia. Menurut hasil survei yang diterima lembaga tersebut, 63 persen remaja di Indonesia pada usia antara SMP dan SMA sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Ironisnya, 21 persen di antaranya dilaporkan melakukan aborsi.

”Hasil survei terakhir itu dilakukan di 33 provinsi sepanjang 2008 dan itu dikuatkan pengakuan mereka sebagai subjek,” kata Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN M. Masri Muadz kepada Jawa Pos kemarin (20/12).

Masri mengatakan, persentase remaja yang melakukan hubungan seksual pranikah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berdasar data penelitian pada 2005-2006 di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar, angka itu sempat berada pada kisaran 47,54 persen. Namun, hasil survei terakhir 2008 meningkat menjadi 63 persen. ”Perilaku seks bebas remaja saat ini sudah cukup parah. Peran agama dan keluarga sangat penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang mendorong remaja usia sekolah SMP dan SMA melakukan hubungan seks di luar nikah. Di antaranya, pengaruh pergaulan bebas, faktor lingkungan dan keluarga yang mendukung ke arah perilaku tersebut, serta pengaruh perkembangan media massa.

Dengan perilaku seperti itu, remaja sangat rentan terhadap risiko kesehatan, seperti penularan penyakit HIV/AIDS, penggunaan narkoba, serta penyakit lain. Sebab, data Departemen Kesehatan hingga September 2008, dari 15.210 penderita AIDS atau orang yang hidup dengan HIV/AIDS di Indonesia, 54 persen adalah remaja.

Saatnya bermawas diri bagi yang punya keluarga dengan usia di atas kecuali kalau memang Anda begitu tidak peduli dengan semua itu.