Page-level Ads

Thursday, August 24, 2017

Kisahku Dengan Mas Jaelani


Namaku Reza, umur 19 tahun, bulan lalu aku pindah ke rumah tanteku di Jakarta......

**************

Aku Reza, cewek lugu dan polos. Aku berasal dari sebuah desa yg lumayan besar di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tepatnya, desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo (Baca lidah jawa: "Nge-Lengkong").πŸ˜‚

Sebenarnya desaku terkenal dgn nuansa "religi"-nya. Tapi nggak tau kenapa begitu aku beranjak dewasa, aku jadi ikut terkena pengaruh pergaulan bebas pacaran. Terlebih lagi semenjak kenal dengan pemuda desaku yg bernama Mas Jaelani. Nama lengkapnya Mas "M*h*mm*d Jaelani Anwar". Dari namanya memang terkesan alim banget, seperti nama sebuah tokoh ul*ma besar yg ternama. Sy**h Abd*l Q*dir Al-Jaelani. Gak ada Anwar-nya sih seharusnya. πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜„

Akhirnya aku menjalin hubungan terlarang dengan Mas Jaelani. Kami berpacaran. Hari demi hari kami lalui. Dan kami telah melakukan segalanya. Melebihi selayaknya orang pacaran.
Aku cinta banget ama Mas Jaelani. Semuanya telah ku berikan padanya. Termasuk kesucianku.

Sampai suatu hari Mas Jaelani memutuskan untuk merantau ke luar negeri. Katanya sih ingin merubah nasib. Dia bercerita padaku ingin pergi merantau ke sebuah negara yg orang menyebutnya NEGERI FORMOSA. Aku gak tau kenapa orang menyebutnya seperti itu.

Setauku itu negara persemakmuran dari China kalo nggak salah. Meskipun berada di pulau sendiri dan terpisah oleh laut, tapi secara "commonwealth" dan "de facto", negeri formosa memang masih di bawah kekuasaan dan teritori China. Meskipun si negeri formosa ini udah berhak mengatur pemerintahan serta perdagangan dan perindustriannya sendiri sih.

Bahkan si negeri formosa ini juga sudah punya mata uang dan bendera sendiri, mirip seperti negerinya Andi Law dan Jackie Chan yg juga merupakan negara persemakmuran China. Tapi ya itu tadi, secara yuridis di mata PBB belum berdiri sebagai negara sendiri, sehingga tidak bisa memiliki embassy/kedutaan besar di negara lain. Kalaupun ada, palingan cuma simbolis dan perwakilan. Seperti TETO yg ada di Indonesia. Taipei Economic and Trade Office.
(Loh, kok jadi mbahas formosa? Ya udah, kembali ke laptop!!!πŸ˜…).

Akhirnya pun Mas Jaelani pergi berangkat ke negeri formosa dan meninggalkan sejuta kenangan kami bersama. Beberapa waktu kami berpisah, kami tetap menjalin komunikasi. Dan mempertahankan hubungan kami. Meskipun dalam nuansa hubungan jarak jauh/LDR (Loro Dodo Rasane😁), aku tetap berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan hubungan cinta kami.
Menurut cerita nya, Mas Jaelani bekerja sebagai "Foreign Labourer, nec". di sebuah pabrik yg bergerak di bidang manufaktur di sekitar wilayah Wenshan, yg masuk ke dalam Distrik Chia-Yi. Kalau nggak salah sih itu.

**************

Sampai suatu ketika, saat kami sudah lama tidak berkomunikasi, aku memutuskan untuk pindah ke rumah tanteku di Jakarta. Ingin merubah nasib juga sih niatku. Karena di kampung halaman, aku juga hanyalah seorang cewek pengangguran yg putus sekolah dan selalu digoda oleh pemuda-pemuda kampung.

Di saat aku pindah ke rumah tanteku itu, ternyata sedang ada renovasi atap depan rumah. Kalo orang jawa menyebutnya "resplang" (maklum aku asli keturunan jawa timur). Banyak sekali para pekerja nya. Dan aku lihat mereka masih muda dan tampan-tampan. Aku pun sering membantu tanteku mempersiapkan makanan untuk para pekerja itu.

Sampai suatu hari, saat tanteku sedang keluar rumah, di rumah hanya ada aku dan para pekerja itu. Gak tau kenapa, aku seperti terkena virus kegantengan mereka ("handsome ware"). Mereka hanya menggoda aku sedikit aja, aku langsung klepek-klepek dan siap diapain aja. Gak ada tuh istilah "wannacry" atau "wanna mbengok" dan lain2πŸ˜‚. Aku sungguh menikmati semua momen di siang itu. Aku digilir ber-ramai-ramai oleh para pekerja itu di kamarnya tanteku (maafin aku ya tante!!πŸ˜„πŸ˜). Orang menyebutnya "threesome" atau lebih tepatnya "gangbang" sih. Karena waktu itu ada sekitar 5 orang pekerja yg "menggilir"-ku. Jadi total bukan hanya "bertiga" termasuk aku. Sehingga tidak pas kalo nyebutnya "threesome". Sungguh mirip adegan di film-film karya produksi B*ngbros.com πŸ˜ŽπŸ˜€ (waduh, muncul caption preview situs'e iki engko, songko Google. Mesthi dicekal/diblokir iki engko) πŸ˜…πŸ˜✌

Sungguh itu merupakan siang yg indah dan luar biasa. Dan tak akan pernah terlupakan.
Maafkan aku ya, tante!!!
Maafkan aku ya, Mas Jaelani!!!
Cinta kita akan tetap selalu ku jaga. Maafkan adhek ya karena udah khilaf dan nakal sedikit...πŸ˜‚πŸ˜✌

I LOVE YOU, MAS JAELANI...
Forever and always...❤πŸ’–πŸ’‹

Buatmu yg tersayang...
Salam cinta dariku,
❤***REZA***❤


**************

(*) Cerita ini hanyalah sebuah karangan fiktif belaka dan tidak ada unsur niat untuk melecehkan atau merendahkan pihak atau golongan dan agama manapun. Jika ada kesamaan nama orang, waktu dan atau tempat kejadian, hanyalah merupakan sebuah ketidaksengajaan dan kebetulan belaka. ✌πŸ™‚

No comments:

Post a Comment